Monday, April 30, 2012

Enceng Gondok di Danau Toba ; Mencemari Lingkungan Atau Bermanfaat [1]


Enceng Gondok di Danau Toba ; Mencemari Lingkungan Atau Bermanfaat [1]


Ingul Senter PedesaanTapanuli - Enceng Gondok, (Eichhornia Crassipes) di perairan Danau Toba, propinsi Sumatera Utara selalu dinilai banyak pihak bermasalah dan sudah acapkali dilakukan acara serimonial pembersihan enceng gondok dari perairan Danau Toba. Mulai dari skala lokal, nasional dan internasional. 
Mengapa dilakukan acara pembersihan enceng gondok dari perairan Danau Toba karena dinilai cenderung mengkhawatirkan. Kehadiran enceng gondok di perairan Danau Toba oleh banyak pihak dinilai dapat merusak lingkungan ekosistem perairan Danau Toba. Merusak keindahan Danau Toba, membuat para pengunjung sulit untuk menikmati indah dan beningnya air Danau Toba.

Penilaian oleh banyak pihak ini boleh jadi benar, boleh jadi belum tentu benar. Penilaian itu boleh jadi benar apabila enceng gondok di perairan Danau Toba itu dibiarkan begitu saja. Namun, penilaian itu belum tentu benar apabila enceng gondok di perairan Danau Toba itu dimanfaatkan.

Pada dasarnya enceng gondok di perairan Danau Toba merupakan anugrah dari Tuhan Yang Maha Esa, karena tidak ada di dunia ini yang diciptakan Tuhan sia-sia atau tidak berguna, tinggal lagi bagaimana manusia dapat menggunakannya, memanfaatkannya secara baik dan benar. Hal ini sudah ditegaskan Tuhan bahwa manusia adalah pemimpin di permukaan bumi ini. Kehancuran bumi ini dengan segala isinya adalah tanggungjawab manusia secara total.

Enceng gondok di perairan Danau Toba dinilai banyak pihak telah pada tingkat mengkhawatirkan bagi lingkungan hidup di Danau Toba. Lantas bagaimana solusinya agar kehadiran enceng gondok di perairan Danau Toba tidak mengkhawatirkan. Caranya mudah dan gampang. Kita (Anda) harus mengubah kekhawatiran itu menjadi harapan.

Menjadikan harapan apa terhadap enceng gondok? Harapan itu adalah kebalikan dari kehadiran enceng gondok yang selama ini dinilai bermasalah harus dapat dibalikkan menjadi tidak bermanfaat menjadi bermanfaat maka selesailah masalah.

Status enceng gondok harus diubah, dari status "sampah" enceng gondok menjadikan enceng gondok menjadi barang bernilai dan akhirnya menghasilkan uang bagi masyarakat memanfaatkannya dan tujuan utama tercapai yakni enceng gondok yang dinilai sudah mengkhawatirkan karena mencemari perairan Danau Toba secara otomatis bersih dari perairan Danau Toba.

Ekosistem dan Kearifan Lokal

Enceng gondok adalah tanaman air yang bukan sesuatu yang luar biasa kalau tumbuh subur di danau, telaga, sungai dan lokasi air termasuk di perairan Danau Toba.

Kehadiran enceng gondok di perairan Danau Toba merupakan ekosistem yang ada.
Hal ini sesuai dengan ekosistem yakni keanekaragaman suatu komunitas dan lingkungannya yang berfungsi sebagai suatu satuan ekologi dalam alam atau komunitas organik yang terdiri atas tumbuhan dan hewan bersama habitatnya. Ekosistem juga adalah keadaan khusus tempat komunitas suatu organisme hidup dan komponen organisme tidak hidup dari suatu lingkungan yang saling berinteraksi.

Nah, kini kehadiran enceng gondok di perairan Danau Toba dinilai banyak pihak dapat merusak lingkungan ekosistem perairan Danau Toba. Merusak ekosistem apabila kehadiran suatu komunitas tidak seimbang dengan komunitas lainnya dalam satu ekologi alam. Artinya, daya interaksi dengan komunitas lainnya dapat terganggu dan pada tahap ini dapat dikatakan kehadiran suatu komunitas itu dapat merusak lingkungan ekosistem. Boleh jadi itulah yang dialami enceng gondok di perairan Danau Toba.

Menurut data yang ada, tanaman enceng gondok di perairan Danau Toba diprediksi telah menutupi seluas 1 persen dari luas permukaan perairan Danau Toba atau volumenya setara dengan 25 ribu meter kubik. Boleh jadi dari angka ini banyak pihak menilai tanaman enceng gondok di perairan Danau Toba dinilai limbah alam dan kehadirannya menjadi masalah. [besambung]

Oleh: Ir. F. Prihatin Malau, Hotline Tapanuli FM


Sumber:

No comments:

Post a Comment