Thursday, October 23, 2014

Semalam di Konser Musik Batak

Semalam di Konser Musik Batak

Oleh: Deddy Zulkifli

HL | 16 May 2012 | 14:58 
1337133019302413953
Suasana Konser Musik Batak di Pardede Hall
Teks dan Foto: Dedy Zulkifli T

Langit malam baru saja menumpahkan airnya di Kota Medan. Saya datang ke Pardede Hall dimana keramaian mahasiswa dan tamu konser musik batak hilir mudik di halamanya. Saya terpaksa memarkirkan sepeda motor di sebuah gereja yang tidak jauh dari gedung tersebut.

Seorang teman mengajak saya untuk datang dan membantunya mendokumentasikan kegiatan yang bernama Konser Musik Fiesta Batak. Saya agak datang terlambat. Namun begitu acaranya juga belum jauh beranjak. Saat masuk gedung Pardede Hall, saya berpikir bakal berjubel penonton tapi ternyata tidak. Dari tempat saya berdiri di depan beberapa deret bangku kosong dan di balkon pun juga tidak terisi penuh. Tapi begitu jumlah penonton yang didominasi anak muda mencapai ratusan juga.

1337135998394617943
Tongam Sirait
Saya bukanlah pecinta musik batak hingga tidak banyak kenal penyanyi dan lagu-lagunya. Hanya beberapa saja yang saya ketahui. Sebutlah Vicky Sianipar, Tongam Sirait atau Judika. Mereka hanya segelintir dari puluhan penyanyi batak yang sudah tenar.

Namun tidak bisa di pungkiri, lagu-lagu batak seperti punya magis menarik jiwa saya. Walau puluhan lagu pop baik nasional dan mancanegara mengiringi hari-hari saya di masa kecil hingga dewasa. Lagu batak tetap punya ruang. Ini barangkali tak lepas dari lingkungan saya yang memang tidak jauh dari keluarga batak. Walau tidak rutin saya mendengarnya namun dari kecil saya sudah mengenalnya.
***
Di konser musik ini, lagu yang di bawa umumnya mengusung karya-karya Dakka Hutagalung yang didukung oleh beberapa penyanyi diantaranya; Amigos Band, Tongam Sirait, Maria Callista, Putri Silitonga, Style Voice dan Marsada Band. Bagi penggemar musik batak mungkin tidak asing lagi dengan lagu ciptaan Dakka Hutagalung.

Diantara penyanyi diatas saya hanya mengenal Tongam Sirait, itu pun dengan lagunya Taringot Au saat berkoloborasi dengan Vicky Sianipar. Namun yang paling saya sukai adalah karya Dakka yang berjudul Didia Rokkap Hi. Lagu ini sangat indah dengan tarikan suara yang tinggi. Saya terkesan saat lagu ini di bawakan oleh Judika pada konser musik Vicky Sianipar beberapa waktu lalu di Lapangan Benteng Medan.

Suasana Pardede Hall belum begitu meriah diawal-awalnya. Mungkin ini strategi bagi panitia pelaksana untuk tidak menurunkan lagu-lagu pamungkas. Hingga di tengah acara, sang maestro pencipta lagu batak Dakka Hutagalung di dapuk naik panggung dan disambut antusias penonton. Saya secara pribadi baru kali ini melihat Dakka secara langsung. Padahal lagu-lagu ciptaanya di gemari ribuan orang batak yang salah satunya saya.
13371350261883686941
Dakka saat menerima sortali
Ketika Dakka bernyanyi, satu persatu dari beberapa pengunjung di barisan bangku terdepan maju kepanggung dan memberikan saweran pada Dakka. Lalu tak ketinggalan seorang anak muda turut maju dan memberikan sortali (ulos kecil untuk ikat kepala). Hingga usai menyanyikan beberapa lagu, Dakka turun dengan di sambut aplus oleh banyak pengunjung.

Suasana kembali meriah saat Putri Silitonga membawakan lagu Uju Dingolukkon Ma Nian. Lagu ini lumayan akrab bagi pengunjung hingga membuat beberapanya ikut pula bernyanyi. Saya pun kerap mendengar lagu ini di acara-acara pernikahan.
Dan kini giliran Maria Callista yang mendapat sambutan cukup besar. Penyanyi yang terkenal dengan suara tinggi ini menggoda pengunjung dengan pertanyaan “ Siapa yang belum dapat jodoh?!” Seketika ruangan jadi gaduh karena tahu bahwa lagu yang akan di bawa adalah “Didia Rokkap Hi” (Dimana Jodohku) ciptaan Dakka.

Sesaat hendak dinyanyikan, gedung menjadi hening lalu musik perlahan mengalun namun begitu lirik lagu terucap, “Aha na marsigorgor di roham, ale inang pangintubu…” hampir semua pengunjung ikut bernyanyi. Suara koor yang mengalun rendah itu menggema di setiap sudut ruangan. Lalu perlahan-lahan menanjak kemudian turun. Hingga masuk pada bagian reffrain , seolah-olah semua pengunjung konser adalah jomblo lalu ikut nyanyi dengan nada tinggi, “ Didia rokkap hi, didia rokkapi hiiii…!”
13371352441885778256
Maria Carllista saat beraksi di panggung
1337135931470496434
Maria Carllista saat menyambut jabat tangan penonton konser
Maria berhasil membawa susana konser menjadi meriah dengan lagu yang populer pada era tahun 80-an ini. Dengan suara tingginya yang prima telah membuat penonton terpikat. Hingga membuat anak-anak muda yang mengunjungi konser ini ikut menikmatinya. Bahkan saat lagu Didia Rokkap Hi ini usai mereka minta tambah walau sayangnya tidak di penuhi.
1337135690541622246
Marsada Band
13371358641717430643
Amigos Band
Saya pikir acara akan usai, ternyata saya salah. Sebuah grup band musik tradisional batak yang lagi naik daun, yakni Marsada rupanya yang di tunggu-tunggu pengunjung. Panitia sudah tak sanggup lagi membendung gerombolan anak muda yang rerata adalah mahasiswa batak untuk menari di depan panggung. Saat lagu Boasa Ma dimainkan, puluhan anak-anak muda itu pun langsung berjoget. Mereka menari seperti sedang menyaksikan konser musik Dream Theater. Padahal alat musik yang di pakai untuk bernyanyi rata-rata akustik yang berupa gitar, seruling, gondang dan lainnya. Tiga lagu dari Marsada pun akhirnya tidak terasa berlalu, mau tidak mau anak muda yang lagi on fire ini pun harus menerima saat Marsada meninggalkan panggung. Dan lagu Seroja dari Amigos Band mengakhiri konser. Kemudian ditutup dengan penampilan bersama seluruh penyanyi termasuk Dakka.

Medan, 11 Mei 2011


Sumber: http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2012/05/16/semalam-di-konser-musik-batak-462629.html

No comments:

Post a Comment