Thursday, May 3, 2012

Tapteng Kaya Situs Sejarah, Harusnya Punya Museum


Tapteng Kaya Situs Sejarah, Harusnya Punya Museum


Sumatera Utara Sabtu, 19 Nov 2011 07:49 WIB
Kunjungan Meutia Hatta
MedanBisnis – Tapteng. Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) Bidang Pendidikan dan Kebudayaan, Meutia Hatta mengatakan, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) kaya akan situs sejarah. Di antaranya situs tentang sejarah masuknya Islam, Katolik dan Protestan ke Indonesia, yang diperkirakan dimulai dari Barus, yang dulunya merupakan salah satu pelabuhan terbesar di dunia.
Hal itu dikatakan Meutia, dalam kunjungannya ke Tapteng, didampingi suamiya yang juga pakar ekonomi Prof Dr Sri Edi Swasono, sejarawan dari Universitas Islam Indonesia (UII) Prof Dr S Marbun, Kamis (17/11).
  Kedatangan mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan dalam rangka meninjau berbagai situs sejarah di Tapteng itu disambut Bupati Raja Bonaran Situmeang dan Wakil Bupati H Syukran Jamilan Tanjung.
  Rombongan Meutia juga meninjau berbagai lokasi objek wisata, yang direncanakan selama 3 hari (Kamis-Sabtu (17-19/11).
  Setibanya di Pandan, rombongan Meutia mengunjungi panorama Pantai Pandan, bertemu dengan para pimpinan SKPD, tokoh adat, agama, kepala sekolah se-Tapteng, di kantor bupati, serta mengunjungi SMAN 1 Plus Matauli Panda.
  Putri Proklamator Bung Hatta ini mengatakan, berdasarkan paparan Bupati dan berbagai literatur yang dibacanya, Tapteng merupakan miniatur Indonesia. Kabupaten ini memiliki kekayaan dan keindahan alam dan budaya.
  Menurut Meutia, kurangnya pelestarian terhadap budaya dan objek wisata menjadi salah satu faktor penyebab hilangnya karakter bangsa. Salah satu parameternya keengganan pemerintah daerah melestarikan kebudayaannya dengan cara membangun museum.
  Ia menjelaskan, dari 500 lebih daerah tingkat dua di Indonesia, sangat jarang memiliki museum. Padahal, museum itu penting sebagai upaya melestarikan budaya.
  Di Indonesia, hanya terdapat 80 museum, itupun kebanyakan berada di Taman Mini Indonesia Indah, di Jakarta. Termasuk di Tapteng yang memiliki begitu banyak peninggalan sejarah, baik sejarah daerah, bangsa Indonesia bahkan sejarah dunia, namun tidak punya museum.
  “Seharusnya Tapteng sudah memiliki museum. Saya dengar Bupati akan memprogramkan Sail 2013 sebagai ajang promosi pariwisata bertaraf internasional pada 2013. Saya berharap, pada tahun itu Tapteng sudah memiliki museum, sebagai salah satu daya tarik kepada para pengunjung, selain berbagai objek wisata rohani, wisata pantai, wisata bahari yang nantinya akan dipromosikan,” tuturnya.
  Bupati Bonaran Situmeang menyampaikan, kedatangan anggota Watimpres Meutia Hatta beserta rombongan ke Tapteng merupakan sebuah kehormatan dan momen besar untuk kemajuan pembangunan, khususnya di bidang pariwisata budaya.
  Bonaran melalui Meuti menitipkan 2 pesan kepada Presiden, yakni segera memfasilitasi pembangunan jalan negara, yang kondisinya rusak parah, serta permohonan agar Bandara FL Tobing Pinangsori diperlebar dan diperpanjang, sehingga dapat digunakan pesawat berbadan besar.
  “Kedua masalah ini merupakan kendala utama yang kami hadapi dalam mengembangkan potensi wisata dan berbagai usaha industri di Tapteng. Kami berharap Ibu Meutia Hatta dapat menyampaikan mengenai kendala ini secara langsung kepada Bapak Presiden maupun menteri-menteri terkait,” harap Bupati. (ck 16)


No comments:

Post a Comment