Tuesday, May 22, 2012

PRASASTI PERKUMPULAN PEDAGANG TAMIL DI BARUS


PRASASTI PERKUMPULAN PEDAGANG TAMIL DI BARUS
SUATU PENINJAUAN KEMBALI

Y.Subbarahayu

Sebuah prasasti Tamil telah ditemukan di Lobu Tua, Barus, pada tahun 1873 dan dicatat secara ringkas dalam Madras Epigraphy Report tahun 1891-1892 oleh E. Hultzsch, seorang ahlim epigraphy pemerintah Inggris diIndia. Pada tahun 1932 Prof. K.A.Nilakanta Sastri, berdasarkan catatan Hultzsc, menerbitkan artikel berjudul “ A Tamil Merchant Guild In Sumatera”  berikut adalah isi dari artikel tersebut:

 “ Fragmen prasasti dari Lobu Tua berharga untuk dijadikan sebagai bukti yang jelas bahwa aktivitas perdagangan mereka telah menyebar kesumatera. Mungkin tidak tepat menyimpulakan berdasarkan prasasti ini bahwa Tamil telah digunakan dalam dokumen umum di Pulau Sumatera pada abad ke- 11 M. Namun jelas bahwa sekumpulan orang Tamil telah tinggal di Sumatera secara permanen/semi permanen, termasuk di antaranya tukang-tukang yang mahir mengukir prasasti”.

            Cara penanggalan yang yang menggunakan tahun saka ini sesuai dengan tradisi  setempat .Berbeda dengan prasasti Tamil dari India Selatan, tidak adaa nama raja yang dirujuk untuk tinggalnya. Di Srilanka prasasti-prsasti pekumpulan pedagang ini juga tidak merujuk pada seorang raja, baik local maupun asing.Terdapat tiga golongan yang diharuskan membayar pajak “ancutuntayam” untuk golongan pertama berkaitan dengan marakallam (kapal), kedua golongan marakalla- nayan (nelayan atau kapitan, ketiga kevi yaitu tukang tambang atau pendayung. Pjak tersebut dibayar dalam bentuk emas.
             Pada akhir abad ke-11 perkumpulan pedagang ini sudah menyatukan beberapa suku bangsa, dan terdapat di sepanjang pantai di beberapa kota yang kebanyakan sudah berada dibawah perlindungan dinsti Cola, perkembangan yang luar biasa dari kegiatan perkumpulan dagang ini perlu dikaitkan dengan perkembangan kerajaan besar yang juga muncul pada abad itu juga, yaitu kerajaan Calukya di Kartanaka Dan Kerajaan Cola di Tamil Nadu.
            O.W.Wolters berpendapat bahwa sebelum abad ke-8, nama Barus meliputi satu daerah luas dibagian Sumatera, dan pelabuhan Barus sendiri meliputi satu daerah luas dibagian timur laut Sumateraa, diantara Aceh dan Tanjung Intan, Berhadapan dengan selat Malaka. Hipotesis Wolter perlu ditinjau kembali berdasarkan sumber INsitu yang merujuk kepada Barus psa abad ke-11 M.


Sumber:
http://lobutuasejarahawalbarus.blogspot.com/

No comments:

Post a Comment