Sunday, May 20, 2012

Sisingamangaraja XII bukan beragama Kristen, Parmalim atau Islam

Sisingamangaraja XII bukan beragama Keristen, Parmalim atau Islam 


Selama ini banyak kontroversi yang muncul di masyarakat tentang agama yang dianut Sisingamangaraja XII.Ada yang mengatakan beragama Kristen, Islam, bahkan tidak sedikit yang menyebut beragama Parmalin.

Menurut sebagian orang, Parmalin merupakan agama aslinya orang Batak Menurut peneliti sejarah dari University of Hawaii, Minoa, Amerika Prof Uli Kozok, Raja Sisingamangaraja XII bukan beragama Islam, Kristen, maupun Parmalin, melainkan beragama Batak asli. “Dia bukan Kristen, Islam, atau Parmalin. Agama aslinya orang-orang Batak ada khusus, bukan Parmalin.

Kalau Parmalin campuran Islam dan Kristen”, papar Uli di Medan kemarin. Ketika agama Parmalin berkembang di Tanah Batak, Sisingamangaraja XII sendiri sudah berada di Dairi dalam pengungsian menghindari serbuan-serbuan tentara Belanda. “Jadi agama Sisingamangaraja XII adalah Batak asli yang usianya jauh lebih tua dari agama Parmalin”, bebernya.

Pada bagian lain peneliti senior ini menjelaskan, dalam melakukan komunikasi dengan pihak luar melalui surat, Sisingamangaraja XII ternyata menggunakan tiga jenis stempel berbeda. Hal itu diketahui dari cap yang dibubuhkan pada surat-suratnya yang ditujukan ke Pemerintah Belanda maupun Zending Kristen IL Nomensen. “Sisingamangaraja XII telah melakukan tiga kali percobaan dalam pembuatan stempel untuk berhubungan dengan pihak lain. Stempel yang ketiga bentuknya lebih baik dan sempurna dari dua stempel sebelumnya,” kata Uli Kozok. Ada empat surat Sisingamangaraja XII yang saat ini sedang dia teliti, tiga surat ditujukan kepada Zending Kristen IL Nomensen dan satu surat ditujukan kepada Pemerintah Hindia Belanda.

IL Nomensen sebenarnya sangat tidak suka terhadap Sisingamangaraja XII karena sangat menentang kehadirannya di tanah Batak. Bahkan IL Nomensen pernah mengatakan musuh abadi Pemerintah Belanda dan Zending Kristen adalah Sisingamangaraja XII. “Nommensen pula yang memanggil tentara Belanda agar masuk ke tanah Batak dengan menggunakan pasukan yang terdiri atas orangorang Jawa, Manado, dan Maluku.

Saat ini keempat surat-surat asli Sisingamangaraja XII tersebut masih tersimpan dengan cukup baik di Wuppertal Jerman,”ujarnya. Justru paling menarik di stempel dan isi surat itu, kata Uli, Sisingamangaraja XII tidak menggunakan aksara Batak Toba, sebagai daerah asalnya. Namun,sudah menggunakan campuran aksara Batak Mandailing Angkola, Arab Melayu, dan huruf kawi. Itu membuktikan campuran budaya sudah masuk pada masa itu. Selain itu, Sisingamangaraja XII sebenarnya tidak mengenal huruf dan tulisan. Untuk itu, digunakan dua orang juru tulis dalam persoalan surat- menyurat, yakni Heman Silaban dan Manse Simorangkir.  Kedua juru tulisnya tersebut merupakan alumni Zending IL Nomensen yang kemudian berbelok arah memihak Sisingamangaraja karena tidak lulus dalam ujian menjadi guru.

Ketua Pusat Studi Sejarah dan Ilmu-Ilmu Sosial Unimed Ichwan Azhari mengatakan, masih banyak misteri yang masih perlu diteliti lebih jauh tentang Sisingamangaraja XII, baik tentang hidupnya, surat-suratnya, maupun agamanya. Tentang kematiannya juga masih menjadi misteri. Kalau benar Sisingamangaraja XII di tembak mati oleh serdadu Belanda bernama Christopel, kenapa dia tidak naik pangkat seperti layaknya pasukan-pasukan Belanda lainnya yang berhasil mematahkan perlawanan-perlawanan musuh. “Begitu juga dengan surat-suratnya yang sudah berusia lebih dari 100 tahun. Kita tidak mengetahui apa sebenarnya isinya. Semua ini masih menjadi tanda tanya di kalangan sejarawan”, ujarnya.


Sumber:
 http://pardedejabijabi.blogspot.com/2010_01_24_archive.html

2 comments:

  1. blog pardedejabi itu salah.
    di daerah Jabi-jabi , sipahutar. tidak ada yg mengatakan apakah agama dari Sisingamangaraja (pahlawan Indonesia). Kalo bukti tidak otentik jangan asal sebut.

    ReplyDelete
  2. Kalau mau menyatakan salah, maka harus kemukakan buktinya. Jangan hanya mengatakan salah, tapi tanpa menyebut buktinya.

    Kemudian tolong membaca artikel/berita dengan benar dalam arti secara keseluruhan, sehingga tahu apa yang dibicarakan. Sepertinya anda hanya membaca judul berita dari koran dan melihat sumber berita tersebut.

    ReplyDelete