Selasa, 05 Juni 2012

Objek Wisata Kabupaten Simalungun


Objek Wisata Kabupaten Simalungun

1. PARAPAT
Kota turis Parapat, Kecamatan Girsang Sipanganbolon dengan pesona keindahan alam Danau Toba masih menjadi andalan tujuan wisata Kabupaten Simalungun yang mengedepankan objek wisata alam lainnya, seperti Tigaras, Haranggaol, Tinggiraja,  Pemandian Alam Sejuk, dan Pemandian Karang Anyer.

Tak hanya itu, Simalungun juga mempunyai wisata cagar budaya rumah adat di Kecamatan Purba untuk menarik kunjungan wisatawan mancanegara dan nusantara. Untuk tahun ini, Pemkab Simalungun menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara dan nusantara ke Parapat dan sejumlah objek wisata lainnya sebanyak 50 ribu orang.


Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Simalungun, Oberlin Hutagaol, menyatakan pihaknya memfokuskan peningkatan kunjungan wisatawan dalam negeri, karena dinilai memberikan dampak langsung bagi peningkatan perekonomian dan pendapatan para pelaku pariwisata di daerah itu, termasuk masyarakat di sekitar objek wisata.

Sementara itu, untuk lebih mengenalkan sejumlah objek wisata yang ada di Simalungun kepada khalayak, Oberlin mengatakan, pihaknya akan lebih mengoptimalkan promosi pariwisata baik melalui media maupun dengan cara mengikuti berbagai even-even pameran pariwisata baik yang dilaksanakan di daerah maupun skala nasional.

Dari data yang ada jumlah kunjungan wisatawan nusantara dan mancanegara sejak tahun 2007 hingga 2008 terus mengalami peningkatan. Tahun 2007 jumlah wisatawan domestik sebanyak 19.968 dan tahun 2008 meningkat menjadi 22.234.

Sedangkan wisatawan mancanegara tahun 2007 sebanyak 12.592 dan tahun 2008 hingga 2010, rata-rata mengalami peningkatan antara 1000 hingga 2000 orang dari target yang ditetapkan. “Kita akan meningkatkan berbagai event budaya yang diharapkan mampu menjadi salah satu daya tarik wisatawan,” ujar Oberlin, siang ini.

Di sisi lain, upaya mengoptimalkan promosi pariwisata Simalungun itu mendapat dukungan dari anggota DPRD Simalungun, Evra Sassky Damanik. Menurut Evra, Pemkab Simalungun melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata tidak hanya melakukan promosi pariwisata di tingkat nasional saja, tetapi lebih jauh melakukan di dunia internasional.

Politisi Partai Amanat Nasional itu juga meminta Pemkab Simalungun tidak hanya mengandalkan Parapat, sebagai tujuan utama kawasan wisata di daerah itu. Tetapi potensi-potensi pariwisata lainnya yang tidak kalah menariknya juga diperkenalkan.

"Misalnya, seperti kawasan perkebunan teh di Kecamatan Sidamanik, bila ditata dan dijalin hubungan dengan pihak PTPN IV selaku pemilik kebun teh, maka keindahan lokasi perkebunan teh itu dapat menjadi objek tujuan wisata yang menarik," cetus Evra.
sumber : klik

2. Wisata Dolog Tinggi

Dolok Tinggi Raja
Dalam rangka mengenalkan berbagai objek wisata di Kabupaten Simalungun, Dinas Pariwisata Seni dan Budaya tidak henti-hentinya melakukan berbagai sosialisasi. Langkah tersebut dilakukan agar berbagai objek wisata yang ada selalu dikunjungi para wisatawan lokal maupun mancanegara serta untuk tetap melestarikan objek wisata tersebut.
Salah satu program atau rencana Dinas Pariwisata Seni dan Budaya Simalungun yang mengikutsertakan peran serta biro perjalanan, mempromosikan berbagai objek wisata. Salah satunya objek wisata pemandian air panas Tinggi Raja. Lokasi pemandian sangat asri konon menyimpan segudang cerita klasik, apalagi dibungkus mitos cerita legenda.
Pemandian air panas Tinggi Raja terletak di Nagori Dolok Marawa Kecamatan Silou Kahean Kabupaten Simalungun. Jarak tempuh dari kota Pematangsiantar lebih kurang 121 km berbatasan dengan Kabupaten Serdang Bedagai. Objek wisata Tinggi Raja termasuk kawasan cagar alam dengan luas areal lebih kurang 167 Ha.
Dengan menelusuri jalan setapak, kita tiba di objek wisata pemandian air panas Tinggi Raja. Mencermati alam sekitar memang lingkungan pemandian menyiratkan keasrian. Ragam tetumbuhan termasuk pohon-pohon langka diteduhi dedaunan warna hijau lebat membuat mata sejuk memandang.
Konon menurut cerita warga, di lokasi pemandian tersebut terdapat bunga yang bernama tinggi raja. Bunga yang disebut-sebut dapat memberi “keuntungan” bagi pengunjung, bila dipetik dari batangnya. Para pengunjung kerap membawa oleh-oleh bunga tersebut bilamana mereka datang ke objek wisata tersebut. , objek wisata pemandian air panas Tinggi raja banyak didatangi oleh wisatawan lokal maupun mancanegara.

Untuk memperindah tempat pemandian tersebut, Pemkab Simalungun membangun jalan setapak sepanjang 300 meter serta membangun tempat ganti pakaian. Pemkab memberi atensi dengan membangun infrastruktur di luar fasilitas pemondokan. Tujuannya, agar wisatawan lokal maupun wisatawan luar negeri betah tinggal berlama-lama di kawasan tersebut. Ini cerita masyarakat setempat, waktu dulu di tahun delapan puluhan.
Bagaimana kondisi sekarang? Saat ini kondisi objek wisata pemandian air panas Tinggi Raja memprihatinkan. Selain jalan menuju ke lokasi rusak parah, kondisi jalan setapak menuju pemandian juga kurang terawat. Berbicara soal atensi wisatawan mengunjungi daerah tersebut, praktis minim. Paling banter datang ke tempat tersebut hanya penduduk lokal,
Lalu apa upaya? Sudahkah ada terobosan berarti dibuat Pemkab Simalungun? Sepanjang pengamatan dengan kasat mata, terkesan nyaris belum ada. Karena itulah untuk mengembangkan objek wisata pemandian air panas Tinggi Raja diperlukan keseriusan objek wisata Pemkab Simalungun. Kalau tidak, dikhawatirkan di tahun-tahun mendatang, objek wisata Tinggi Raja bisa tinggal nama atau setidaknya hilang dari peta dunia kepariwisataan,
Lantas apa upaya? Sudahkah terpikirkan Pemkab Simalungun memperbaiki infrastruktur jalan? Sebab, tidak bisa terbantahkan, memang kondisi jalan menuju objek wisata tersebut memprihatinkan.
Mitos historis Dolok tinggi Raja
Dahulu, Dolok Tinggi Raja atau yang sekarang ini dikenal masyarakat objek wisata pemandian air panas Tinggi Rajam, dihuni oleh penduduk dan punya legenda menarik untuk disimak. Kawasan tersebut dipimpin oleh seorang raja yang mempunyai ratusan jabalon (pelayan perempuan dan laki-laki).

Sang raja memiliki seorang putri yang cantik. Karena cantiknya sang putri tidak diijinkan untuk bersosialisasi dengan orang lain kecuali dengan pelayan. Putri tersebut adalah anak yang manja, apapun yang diminta pasti dikabulkan oleh orangtuanya. Ketika musim tanam tiba, sudah menjadi kebiasaan bagi raja dan pelayan-pelayannya menghabiskan waktu untuk menanam padi.
Mereka bekerja pada sore hari dan mengadakan pesta. Saat pesta, mereka dapat bernyanyi dan menari bersama gadis-gadis cantik di desa. Sementara putri raja tersebut hanya dapat tinggal di istana dengan nenek dan pelayannya. Dia dikurung selama dua hari dan merasa kesepian sambil terus menangis.
Kemudian sang putri melepaskan seekor burung dari kandang dan menulis pesan pada ayahnya dan meletakkan surat tersebut pada salah satu kaki burung. Meski kesepian neneknya berusaha menghibur dan menyuruh pelayan membuat suatu pesta besar dan mengundang semua pemuda desa. Mereka semua sangat senang, bernyanyi, menari bersama.

Pada pagi harinya sebelum menanam padi (matidah) raja menyuruh pelayan-pelayannya menyediakan makanan untuk ibunya. Raja sendiri memilih daging tersebut dan membungkusnya karena dia tahu daging adalah makanan kesukaan ibunya. Kemudian beberapa pelayan (jabolon) meninggalkan istana. Dalam perjalanan mereka membuka bungkusan dari raja yang akan diberikan kepada ibunya.
Lalu pelayan tersebut memakan semua makanan dan membungkus sisanya untuk diberikan kepada putri raja dan neneknya. Ketika para pelayan tiba sang nenek sangat senang menyambut para pelayan sambil membuka bungkusan. Sayangnya saat dibuka isi bungkusan ternyata tinggal tulang-tulang (holi-holi).
Sang nenek dan putri raja merasa terpukul. Mereka tidak menduga bahwa raja sanggup memberikan penghinaan yang sedemikian besar. Meliht kejadian para dayang-dayang diam terpaku terbawa arus perasaan dan pikiran masing-masing disertai deraian air mata.
Akhirnya sang nenek bersama cucunya dn para tamu istana mengajak bernyanyi seolah-olah bergembira menerima kiriman dari raja. Pesta semakin meriah dan tidak terkendali. Sang putri merasa bebas menari berganti-ganti dengan setiap pemuda yang mulai brutal dan berpelukan. Saat bernyanyi tanpa diiringi musik diikuti oleh gerakan-gerakan aneh dengan syair lagu yang monoton, “manong-nong Tinggi Raja (tenggelam tinggi raja)” yang diulang berkali-kali dan diikuti oleh seluruh dayang-dayang dan pemuda serta kucing-kucing istana.
Sambil bernyanyi sang putri berteriak-teriak menyumpahi dan mengutuk sang raja. Kegiatan aneh ini berlangsung sepanjang malam tanpa mereka sadari menjelang dini hari di sekitar istana bermunculan mata air panas dan belerang yang sangat banyak. Akhirnya istana beserta seluruh penghuninya tenggelam ke kolam air panas dan belerang.

Sementara raja dan permaisuri serta seluruh rakyat masih melanjutkan kegiatan bertanam. Pada saat istirahat, sang raja dikagetkan dengan kicauan seeokor burung yang sangat dia kenal suaranya yang mendirikan bulu roma sang raja. Dengan serta merta sang raja memerintahkan untuk pulang. Setelah sampai di kawasan istana, sang raja terkejut melihat istananya lenyap. Yang ada hanya lautan air panas dan belerang.
Sang raja bersama ke permaisurinya pun berusaha menemukan sang putri dan ibunda tercinta. Dengan masuk ke dalam air panas dan belerang akhirnya sang bbbraja dan permaisuri serta pengawal akhirnya turut lenyap di dalam air panas tersebut.
Sumber : http://www.facebook.com/group.php?gid=121482657867974

3. Dolok Simarsolpah

Lokasi dolok Simasolpah ini berada tepat di dusun Durian Baggal, Desa Sindaraya, Kecamatan Raya Kahaean, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Jika berangkat dari Pematang Raya memakan waktu kurang lebih 45 menit, jika dari Tebing Tinggi akan memakan waktu kurang lebih 1.5 jam perjalanan dengan bus.
Dolok Simarsolpa terletak di pinggir perkebunan kelapa sawit, dulu nya kebun jeruk, tapi sekarang udah di rombak jadi perkebunan kelapa sawit, tepat di belakang rumah Pak Wir, seorang lelaki berkelahiran Solo, Jawa Tengah, yang telah puluhan tahun menetap di dusun ini. Di rumah Pak Wir biasanya para pemanjat yang ingin menaklukkan tebing Simarsolpa menginap. Rumah kayu yang berlantai tanah ini sering disulap menjadi base camp yang ramai oleh pemanjat

Terbing Terjal Simarsolpah
Di sisi timur Dolok Simarsolpa terletak tebing terjal vertikal setinggi 250 meter. Tebing yang dikelilingi Bukit Barisan ini kerap menjadi incaran pemanjat tebing yang berkunjung ke Sumatera Utara. Bagian bawah tebing berlumut dan licin karena tertutup pepohonan lebat. Cacat tebingnya bervariasi, dari cerukan panjang mirip talang air sampai beberapa crack (rekahan). Pengaman yang banyak digunakan terutama sisip pegas (friend) dan beberapa buah piton (paku tebing). Juga terdapat banger pada tiap pitch (titik perhentian sementara). Di bagian tengah terdapat tiga buah gua kecil yang cocok untuk menginap jika menggunakan pemanjatan alpine. Puncak tebing berupa hutan lebat yang didominasi tumbuhan bambu. Secara keseluruhan grade (tingkat kesulitan) rute pemanjatan di Dolok Simarsolpa adalah 5.8 menurut versi Amerika.
Panjat tebing Simarsolpah
Panjat tebing Simarsolpah
Apabila anda berniat memanjat Tebing Simarsolpa, di awal pemanjatan terdapat cerukan panjang mirip crack sampai pitch 1. Bentuk crack seperti ini yang biasanya menjadi santapan nikmat saat memanjat karena tidak banyak tenaga yang harus dikeluarkan, tapi lebih mengandalkan teknik keseimbangan. Setelah pitch 1, jalur pemanjatan berupa face nyaris tanpa crack menuju pitch 2. Pitch 2 merupakan tempat yang asik untuk istirahat makan siang sambil menikmati alam Simalungun dan deretan pegunungan Bukit Barisan. Apabila anda kebetulan membawa kamera, sesekali anda bisa membidik kawanan burung rangkong yang melintas.
Tebing Simarsolpah
Tebing Simarsolpah
Apabila anda sudah sampai di pitch 5 maka anda dapat leluasa melihat puncak tebing yang jaraknya hanya sekitar 40 meter. Bentuk permukaannya bervariasi, dari vertical (tegak lurus 90°), overhang (menggantung) dan slab (kemiringan 70°-80°). Titik overhang ini yang biasanya sulit dilalui. Namun, asal punya sedikit nyali semua jadi diatasi.
Cerita tersendiri
Terlepas dari tinggi atau rendahnya tingkat kesulitan tebing Simarsolpa, pemanjatan di sana sungguh menawarkan cerita tersendiri
yang mungkin tidak akan didapat di tebing lain. Saat kita ada di ketinggian, digoda buaian angin, atau di saat otot tak kunjung diam gemetar melawan rasa gamang, gerombolan burung rangkong dan elang hitam kerap terbang tak jauh dari tempat kita menggantung, seolah ikut memberi spirit. Tentu, kehadiran mereka menjadi teman yang sanggup mengusir rasa sepi di ketinggian dan memperkuat rasa kedekatan dengan alam. Di sana juga masih ada kambing gunung, yang oleh penduduk lokal disebut bidar atau kambing tere. Sementara puluhan spesies kupu-kupu dengan corak warna menarik, beterbangan di sekitar tebing.
Potensi terancam
Boleh dibilang, potensi kawasan tebing Simarsolpa belum diberdayakan dengan baik, bahkan kini cenderung terancam. Padahal
jika dikelola dengan konsep dan pelaksanaan pengembangan wisata yang baik, bukan mustahil tebing ini bisa dijadikan kawasan ekoturisme dengan mengemas rock climbing dan hill walking menjadi komoditas.
Tebing Phuket di Thailand, mungkin bisa dijadikan sebagai pembanding. Jika tebing Phuket didukung keindahan laut, Simarsolpa didukung keanekaragaman hayati. Kawasan ini juga amat memungkinkan dijadikan konservasi yang berguna bagi keseimbangan alam dan ilmu pengetahuan. Sayang, satwa dan vegetasi yang belum terdata itu keburu nyaris habis. Seiring ganasnya penyulapan hutan negara di sekitar tebing menjadi kebon sawit. Dan suara siamang pun terdengar makin jauh.
Bagaimanapun tebing Simarsolpa merupakan salah satu aset Kabupaten Simalungun. Artinya, tebing dan kawasan sekitarnya seharusnya tetap dijaga, baik oleh masyarakat setempat maupun pemerintah daerah. Masih ada peluang untuk mengemas kawasan ini menjadi daerah bernilai tinggi, dan tetap lestari. Memberdayakannya bukan berarti harus menghancurkannya. Dengan demikian, kita masih memberi peluang para pengganti nanti untuk turut merasakan geletar tubuh yang nyata saat merayapi dinding timur Simarsolpa.

sumber : klik

4. Batu Gantung
Batu Gantung

Batu gantung terletak di tebing perbukitan yang terletak di pinggir danau toba. Jaraknya kira-kira 3 KM dari Kota parapat. Untuk melihat batu Gantung dapat ditempuh dengan menggunakan Speed Boat atau kapal dengan waktu 45 menit.
Menurut informasi yang didapat dari pemuka adat setempat, batu gantung adalah Jelmaan dari seorang Gadis desa setempat yang bernama Seruni. Seruni selalu sedih dan murung karena kedua orang tuanya menjodohkannya dengan sepupunya sendiri yang tidak dicintainya. Dia (seruni) selalu bersama dengan seekor Anjing "si Toki".
Suatu hari, Seruni dan anjing kesayangannya pergi ke Tepi perbukitan sambil merenungi nasibnya,tiba-tiba Seruni terperosok dalam sebuah lobang dan terjepit oleh Batu besar....
Seruni putus asa dan dia memohon kepada Tuhan (Na Boloni) untuk mati. 
Akhirnya terjadi peristiwa di tempat itu, gempa, hujan badai dan angin kencang....
Keesokan harinya penduduk setempat melihat, ada sebentuk batu yang mirip dengan tubuh gadis dengan rambut hitam terurai yang melekat di salah satu tebing perbukitan di tepi Danau Toba.

sumber : klik
5. Tigaras
Tigaras terletak di Kec. Dolok Pardomuan, Kab. Simalungun. Nagori itu punya pantai yang khas, yakni Pantai Garoga. Ketika mengunjungi lokasi itu sepulang dari Tongging, ada perasaan kecewa, karena daerah potensial itu, ternyata memunculkan kesan diterlantarkan. Nagori dengan kemiringan sekira  50 derajat itu, memiliki keistimewaan. Pantainya dipenuhi batu-batu raksasa yang diukir secara alamiah oleh deburan ombak Danau Toba. Terjangan ombaknya ke bibir pantai juga keras, sehingga tempiasnya seakan nyanyian merdu alam memanggil pelancong datang.


Nagori itu, langsung berhadapan dengan tanjung terdepan Pulau Samosir. Di daerah itu pula, terdapat palung terdalam dari salah satu danau terluas di Dunia setelah Danau Victoria di Afrika itu. Tapi potensi itu, belum tergali. Pengelolaan pariwisatanya hanya mengandalkan kemauan warga setempat.

6. Timuran
Timuran terletak di Nagori Mariah Jambi Kecamatan Jawa Maraja Kabupaten.Simalungun. Merupakan pemandian alam yang mengalir dari sumber mata air. Walaupun lokasinya jauh dari jalan besar, tetapi objek wisata ini menjadi primadona bagi warga siantar dan sekitarnya.

7. Rumah Bolon
Rumah Bolon Pematang Purba terletak 54 km dari Pematangsintar, merupakan istana peninggalan Kerajaan Purba yang dibangun pada tahun 1864 oleh Raja Purba ke XII Tuan Rahalim. Terbuat dari kayu keras dengan dinding papan yang unik serta ditopang oleh 20 tiang penyangga. Rumah ini dibangun dengan arsitektur tradisional tanpa mempergunakan paku.
Beberapa bangunan di sekitar Rumah Bolon terdiri dari 8 tipe yang memiliki fungsi tersendiri di antaranya adalah: Rumah Bolon yang berfungsi sebagai bangunan induk tempat raja dan keluarganya tinggal; Balei Bolon, tempat mengadakan rapat, Jambur sebagai para tamu menginap; Patanggan Sada, bangunan tempat permaisuri bertenun; Losung adalah tempat wanita menumbuk padi; Uttei Jungga, tempat tinggal panglima dan keluarganya, dan Balei Buttu, tempat para penjaga istana.
Raja Purba adalah seorang raja yang sangat terkenal pada zamannya, memiliki 24 istri dan salah satu di antaranya diangkat menjadi istri.

8. Kramat Kubah

Kramat Kubah adalah salah satu tempat keramat untuk bernazar sekaligus objek wisata. Di sini banyak terdapat bermacam-macam jenis kera yang hidup dengan bebas sebagai penghuni tetap. Banyak kalangan percaya apabila dapat bertemu dengan Raja Kera penghuni Karamat Kubah maka apapun yang dinazarkan akan terkabul. Di tempat ini juga terdapat sebuah bangunan kelenteng kecil tempat para kaum etnis Tionghoa menyampaikan niat maupun nazarnya.


9. Karang Anyer
Karang Anyar mungkin belum begitu sering dibicarakan, tapi bagi warga Siantar dan Simalungun, pemandian alam ini sudah menjadi satu tujuan wisata wajib. Di sini mereka dapat menikmati keindahan dan kesegaran air dari alam yang betul-betul bebas polusi.

Lokasi wisata ini mengalir di areal Perkebunan Laras PTPN IV Bah Jambi yang berjarak sekitar 15 km dari Pematangsiantar. Berada di Nagori Karang Anyar, Kecamatan Gunung Maligas, kabupaten Simalungun, pemandian ini relatif mudah dijangkau. Hanya butuh sekitar 30 menit mengendarai sepeda motor atau mobil, Anda bisa langsung nyebur dan berendam sepuasnya. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar