Kamis, 07 Juni 2012

BUSANA PENGANTIN BATAK - BATAK SIMALUNGUN


BUSANA PENGANTIN BATAK - BATAK SIMALUNGUN
 
 
 
 
 


PENGANTIN WANITA 
Suku Batak Simalungun merupakan salah satu suku asli dari Sumatera Utara yang berada di Kabupaten Simalungun dan sekitarnya. Sama seperti suku-suku lain di sekitarnya, pakaian adat suku Batak Simalungun tidak terlepas dari penggunaan kain Hiou (disebut Uis di suku Karo), kain khas serupa Ulos dengan berbagai ornamen unik. Hiou pada mulanya identik dengan ajimat, dipercaya mengandung “kekuatan” yang bersifat religius magis dan dianggap keramat serta memiliki daya istimewa untuk memberikan perlindungan.

Yang menarik, menurut beberapa penelitian penggunaan Ulos/Hiou/Uis oleh suku Batak, memperlihatkan kemiripan dengan bangsa Karen di perbatasan Myanmar, Muangthai dan Laos, khususnya pada ikat kepala, kain dan ulosnya.

Hiou dalam pakaian pengantin Simalungun juga melambangkan kekerabatan Simalungun yang disebut Tolu Sahundulan, yang terdiri dari tutup kepala (ikat kepala), tutup dada (pakaian) dan tutup bagian bawah (abit). Hiou penutup kepala wanita disebut Bulang, kain yang disandang disebut Suri-suri. Pengantin wanita mengenakan kebaya dengan bahan brokat merah atau disesuaikan dengan selera.

Perhiasan yang dikenakan pengantin wanita berupa Gelang Leong, Gelang Harungsungan dan Cincin Tapak Gajah. Di bagian bawah, pengantin wanita mengenakan kain liro motif tapak catur. Sebagai pemanis selop berwarna senada dengan warna busana.

PENGANTIN PRIA 
Pengantin pria mengenakan jas yang dipadu dengan celana panjang dengan warna sama. Hiou yang disandang ataupun kain samping disebut Suri-suri.
Teks/Pengarah Gaya: Ratri Suyani
Sumber: Narasi Pengantin (Pelengkap Bahan Pembelajaran Multimedia Jenis Tatarias Pengantin) Departemen Pendidikan Nasional
Busana & Aksesori: Rumah Solek by Ipung
Tatarias Wajah & Rambut: Rumah Solek by Ipung
Fotografer: KebonFoto 43
Model: Amelia & Bima





Sumber:
http://w3.weddingku.com/traditional/costume/2/2/batak-simalungun

2 komentar:

  1. mohon maaf sebelumnya, dengan tidak mengurangi rasa hormat saya berterimakasih buat artikel ini.
    tapi saya sebagai orang simalungun kurang nyaman dengan foto model pengantin wanita, yatu peletakan bulang.
    itu bukan sebagai hiasan saja sehingga asal diletakkan seperti topi yg biasa di pakai para lady di kerajaan inggris.
    saya mohon supaya ini lebih diperhatikan, karena terlihat biasa saja masalahnya tapi itu berarti banyak masalah bagi kami suku simalungun.
    terimakasih buat perhatiannya.
    diatei tupa!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih atas komentarnya, tapi begitulah photo dari model yang disampaikan dan dimuat lagi di sini ...

      Hapus