Sunday, September 21, 2014

TONJOLKAN BUDAYA TOBA, PEMBUKAAN FESTIVAL DANAU TOBA 2014 MERIAH

TONJOLKAN BUDAYA TOBA, PEMBUKAAN FESTIVAL DANAU TOBA 2014 MERIAH

19 September 2014 

TONJOLKAN BUDAYA TOBA, PEMBUKAAN FESTIVAL DANAU TOBA 2014 MERIAH
Balige,
Secara bertahap, Festival Danau Toba akan menarik kunjungan wisatawan nusantara dan asing ke Sumatera Utara. Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwanda mengatakan walaupun masih butuh waktu, Danau Tobanya akan semenarik Bali bagi wisatawan dunia.

Hal itu disampaikan Sapta pada acara Pembukaan Festival Danau Toba 2014 di Museum Batak TB Silalahi Center, Rabu (17/9) yang dihadiri ribuan masyarakat Sumut dan wisatawan. Hadir Gubernur Sumatera Utara H Gatot Pujo Nugroho, ST, M.SI yang didampingi istri Hj Sutias Handayani, tokoh adat dan masyarakat Batak, kalangan dunia usaha dan sebagainya.

Dikatakan Sapta, dua tahun penyelenggaraan Festival Danau Toba memberi dampak dengan meningkatnya terus kunjungan wisatawan ke Sumut. Tentu butuh proses untuk menjadikan Danau Toba sebagai destinasi wisata kelas dunia sebagaimana Bali saat ini. “Bali saja dikenal setelah 20 tahun melakukan promosi, saya yakin 5 hingga 10 tahun lagi Danau atau Sumut akan dibanjiri masyarakat dunia karena festival yang dilakukan setiap tahun ini merupakan bagian dari promosi,” ujar Sapta.  

Menurutnya upaya menarik minat wisatawan asing terus ditingkatkan melalui festival. “Dengan semakin dikenal, saya yakin dalam waktu tidak terlalu seperti Bali, Danau Toba akan dikenal dan didatangi turis asing,” ujaranya. Sapta mengingatkan bahwa untuk mencapai itu perlu proses, tidak mungkin dalam dua tahun pelaksanaan FDT bisa tercapai. “Tidak bisa instan, semua butuh proses. Mie instan saja perlu digodog dulu baru dimakan,” ujarnya.

Gubsu H Gatot Pujo NUgroho, ST dalam sambutannya menyebutkan telah terjadi peningkatan jumlah wisatawan mancanegara di Sumut dimana pada tahun 2010 sebanyak 191.466 orang, meningkat menjadi 259.299 pada tahun 2013. Gubsu mengatakan peningkatan kunjungan wisatawawan perlu dipertahankan dengan memperbaiki infrastruktur, peningkatan kualitas produk dan SDM.

Pariwisata menurutnya merupakan kerja kolektif dan terintegrasi antara pemerintah, dunia usaha dan masyarakat oleh karenanya dia mengajak seluruh pihak berkerjasama membangun pariwisata Sumut. Gubsu dalam kesempatan kitu mengucapkan terimkasih kepada Bank Indonesia Kantor Perwakilan Sumatera Utara – Aceh yang menyumbangkan ulos sadum sepanjang 433 meter yang merupakan ulos terpanjang di dunia. Ulos tanpa sambungan ini merupakan hasil karya 20 orang penenun yang pengerjaannya membutuhkan waktu 8 bulan.

Tonjolkan Budaya

Festival Danau Toba 2014 banyak menonjolkan budaya Batak Toba pada acara pembukaan di TB SIlalahi Center yang dilanjutikan dengan pembukaan Pameran Ekonomi Kreatif bertempat di di Lapangan Sisingamangaraja XII. Upacara pembukaan Festival Danau Toba diawali dengan pertunjukan budaya yang dipandu TB Silalahi, menampilkkan Tari Tumba Batak Toba yang dibawa puluhan pelajar SD. Permainan tersebut menggunakan perlengkapan tradisional seperti tempurung kelapa, bambu, dan tampah. Pertunjukan dilanjutkan dengan tari tortor dan maminta gondang serta eksibisi permainan tradisional Batak Margala. Selain itu ada juga tarian Bhineka Tunggal Ika yang menggambarkan suku-suku di Sumut diantaranya.

Pada kesempatan itu, direntangkan ulos sepanjang 433 meter di sepanjang jalan menuju lokasi acara. Usai pelaksanaan pembukaan, rombongan wakil menteri, Gubsu dan para tamu asing terdiri atas jurnalis mancanegara diajak mengendarai becak motor khas Balige menuju acara Pameran Ekonomi Kreatif di Lapangan Sisingamangaraja XII. DI tempat ini ribuan masyarakat sudah menunggu menyaksikan tari tor tor kolosal yang dibawakan ribuan pelajar sekolah.

Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), H Gatot Pujo Nugroho mengatakan, keberagamaan budaya merupakan strategi membangun Indonesia. Untuk membangun itu, ujarnya, dimulai dari membangun budaya. "Keberadaan budaya yang berbeda tidak menghalangi untuk berkomunikasi, saling menghormati dan menjalin harmonisasi," ujarnya.

FDT dihadiri wartawan asing yang berasal dari berbagai negara seperti Malaysia, Thailand, Irlandia, Belanda, Jerman dan Inggris. Keberadaan mereka diharapkan dapat mempublish Festival Danau Toba ini sehingga bagian dari promosi Danau Toba di luar negeri.

FDT 2014 menampilkan berbagai kegiatan antara lain lomba renang, lomba solu bolon, world drum festival, pagelaran budaya, festival paduan suara dan vocal solo, lomba fashion show, seminar pariwisata serta kegiatan lainnya.


Sumber:
http://diskominfo.sumutprov.go.id/artikel-126-tonjolkan-budaya-toba-pembukaan-festival-danau-toba-2014-meriah.html

No comments:

Post a Comment