Situs Batu Gajah
Oleh @Komunitasjejak SimaloengoenSitus Batu Gajah, Dolokpanribuan-Tiga Dolok(Harajaon Tanoh Djawa)
Situs
Batu Gajah terletak di Dolokpanribuan – Tiga Dolok (jalan dari siantar
menuju parapat, tepatnya setelah Tiga Balata, waktu tempuh kira kira 30
menit) merupakan situs spiritual yang dikerjakan oleh seorang penganut
Hindu (kemungkinan pemahat berasal dari India) atas perintah Partuanon
Dolokpanribuan (masih bagian dari Harajaon Tanoh Djawa). Layaknya
pemilihan lokasi (area) berdasarkan kearifan lokal simalungun (lihat
juga titik titik lokasi rumah bolon), selalu di apit oleh dua buah
sungai. Lokasi merupakan titik pertemuan Bah Kisat dan Bah Kapul.Ketika Tim Komunitasjejak Simaloengoen berkunjung, batu batu situs yang terdapat di area tersebut sudah sangat rapuh dan tidak memiliki perawatan berkala. Permukaan air sungai juga sudah turun (parit sungai ke bawah lebih dalam seperti jurang kecil sehingga diperlukan jembatan), tidak seperti foto hasil KILTV Belanda di atas. Guratan di perut gajah (mungkin perbuatan tangan iseng) menambah daftar kerusakan benda benda cagar budaya….
Batu batu situs yang ada berbentuk losung, karang, gajah, ular, katak, kerbau, harimau dan bentuk binantang lain yang tak lagi dapat dikenali dan telah banyak ditutupi semak belukar.
Konon, area merupakan tempat perlindungan harta karun dengan mitos di jaga oleh gajah dan ular serta relief pengawal di sekelilingnya.
Lokasi ini tidak baik untuk wisata umum, karena jalan ke atas sangat sempit, curam dan terjal.
Tim masih menunggu kesempatan yang baik untuk menggali informasi perihal asal usul, tujuan dan historis situs batu gajah kepada narasumber sekaligus pengelola area cagar alam situs batu gajah, Ridel Sinaga.
Batu
di atas bukit, tampak seperti kepala gajah yang sedang tertunduk dengan
belalai menjulur ke sungai (pose seolah olah di tunggangi oleh anca
damanik)Situs Batu Gajah terletak di Dolokpanribuan – Tiga Dolok (jalan dari siantar menuju parapat, tepatnya setelah Tiga Balata, waktu tempuh kira kira 30 menit) merupakan situs spiritual yang dikerjakan oleh seorang penganut Hindu (kemungkinan pemahat berasal dari India) atas perintah Partuanon Dolokpanribuan (masih bagian dari Harajaon Tanoh Djawa). Layaknya pemilihan lokasi (area) berdasarkan kearifan lokal simalungun, selalu di apit oleh dua buah sungai. Lokasi merupakan titik pertemuan Bah Kisat dan Bah Kapul.
Ketika Tim Komunitasjejak Simaloengoen berkunjung, batu batu situs yang terdapat di area tersebut sudah sangat rapuh dan tidak memiliki perawatan berkala. Permukaan air sungai juga sudah turun (parit sungai ke bawah lebih dalam seperti jurang kecil sehingga diperlukan jembatan), tidak seperti foto hasil KILTV Belanda di atas. Guratan di perut gajah (mungkin perbuatan tangan iseng) menambah daftar kerusakan benda benda cagar budaya….
Batu batu situs yang ada berbentuk losung, karang, gajah, ular, katak, kerbau, harimau dan bentuk binantang lain yang tak lagi dapat dikenali dan telah banyak ditutupi semak belukar.
Konon, area merupakan tempat perlindungan harta karun dengan mitos di jaga oleh gajah dan ular serta relief pengawal di sekelilingnya.
Lokasi ini tidak baik untuk wisata umum, karena jalan ke atas sangat sempit, curam dan terjal.
Tim masih menunggu kesempatan yang baik untuk menggali informasi perihal asal usul, tujuan dan historis situs batu gajah kepada narasumber sekaligus pengelola area cagar alam situs batu gajah, Ridel Sinaga.
Melihat bentuk situs katak/kura kura dari atas, belum tahu tampak asli nya
Tampak wajah dari depan tapi masih belum dapat di reka, bentuk pahatan berwujud apa

Situs gajah/katak (sulit di reka) telah terkelupas akibat pelapukan
Posted By @Dori Alam Girsang
Sumber:
http://simalungunonline.com/situs-batu-gajah.html
No comments:
Post a Comment