Monday, September 22, 2014

Seni Patung Megalitik Sarkofagus

Seni Patung Megalitik Sarkofagus

Minggu, 20 Juli 2014 

Azmi TS. SUMATERA Utara salah satu  provinsi yang ada di nusantara ini. Kaya dengan budaya etnik, terutama daerah sejuta pesona megalitik di Tapanuli. Seperti Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Toba Samosir, dan pulau Samosirnya. Kawasan yang juga dikenal oleh wisatawan sebagai berkah dan karunia yang diciptakan Tuhan lewat alamnya yang eksotis.

Tradisi megalitik (batu besar) etnik Batak Toba, hingga dibuat para leluhur dahulu untuk merawat hubungan kekerabatan (silsilah keluarga) yang mampu bertahan hingga kini. Banyak jenis-jenis seni patung kubur batu (sarkofagus) dan patung tokoh (potret) yang unik tersebut kini terabaikan keberadaannya.

Batak yang kaya tradisi megalitik tak ternilai. Sikap perduli pada ciptaan para leluhur ini, melakukan upaya merawat dan melestarikan. Sarkofagus yang bergama itu jangan sampai rusak apalagi hilang dari tanah Batak. Salah satu yang diuraikan pada rubrik ini, mengenai sikap dan karakter bagaimana masyarakat perduli sekaligus sadar. Agarpotensi budaya etnik itu mendapat apresiasi yang tinggi.

Toba Samosir dan segala keeksotisan alamnya sudah terkenal seantero nusantara bahkan dunia ini, segera dibenahi kembali. Danau Toba salah satu danau terbesar di Asia, bukan lagi milik masyarakat Toba tapi sudah milik kita bersama. Tak ada yang meragukan, Danau Toba adalah kebanggaan nasional.

Khusus pada daerah Toba Samosir banyak ditemui penanda budaya lokal. Sudah ada atau tercipta antara seratus, hingga tigaratus tahun misalnya kubur batu (sarkofagus).  Terciptanya kubur batu (sarkofagus). ini di dalam etnik Batak sebagai cara menghormati arwah leluhur dan konsepsi merawat hubungan dari pendahulunya.

Pada zaman batu tradisi megalitik (pengaruh Hindu) ini lazim dilakoni para leluhur Batak. Menguburkan seseorang yang telah wafat dalam sebuah peti dari batu yang diukir. Selain sarkofagus juga ada beberapa kubur tempayan batu. Sudah banyak patung kubur ini jadi objek penelitian baik oleh pelajar, mahasiswa, dosen dan orang asing. Alangkah indahnya kalau hasil penelitian mereka bisa dinikmati dalam bentuk buku atau rekaman video.

Sumatera Utara sendiri kaya dengan peninggalan budaya megalitikum (batu besar) itu. Sungguh memprihatinkan, banyak situs itu terbengkalai alias tak mendapat perhatian dari pemerintahan setempat. Permasalahan ini setidaknya ada perhatian pemilik budaya lokal untuk bahu membahu memilihara, merawat dan melestarikannya.

Seni patung sebagai penanda nilai kearifan lokal harus berfungsi untuk ‘menakar gestur di jagat seni patung. Keberadaan seni patung jangan sampai abai merawat apabila melihat fakta seni patung yang dibangun berwujud tugu, prasasti dan patung pekuburan ditelantarkan. Daerah persebaran patung kuburan banyak ditemui di Tapanuli Utara, Samosir, Pakpak dan Nias.
 
Beberapa kaum (masyarakat ekonomi maju) berlomba-lomba membuat prasasti, tugu, monumen dengan berbagai bentuk. Ada yang berbentuk patung potret seluruh badan lengkap dengan simbolik yang ada di berbagai sisinya. Ada fenomena lain lagi seperti seni patung di buat sosok utuh berdiri ini sudah digarap secara mendetail dan mendekati kemiripan (mimik) bergaya realis. Demikian pula warna tak terbatas merah, hitam saja tapi ada yang hijau.

Semua yang dibangun dengan biaya besar dan waktu yang tidak singkat mewujudkannya, sehingga sayang kalau tak mendapat apresiasi buat masyarakat di sekitarnya. Selesai di bangun biasanya seni patung (tugu, monumen dan prasasti) kurang perawatan, padahal merawat patung sebenarnya lebih utama dan konsisten.

Seni patung di tanah Batak bisa sebagai contoh. Bagaimana masyarakat lainnya belajar tentang tata cara membangun seni patung tentang leluhurya.

Orang Batak sangat cerdas menyikapi adat budaya, sehingga mampu mewujudkan sistem kearifan lokal. Mereka bisa menjaga silsilah asal usul keluarga lewat marga, hubungan kekerabatan dengan sistem dalihan natolu dan sebagainya dijadikan penanda.

Dari patung kubur (sarkofagus, hingga patung potret) sesungguhnya ada makna simbolik yang bertahan hingga kini yakni; suatu harmoni peradaban lahir dan terjaga di sana. Tujuannya agar tak hilang dan bisa dikenang oleh anak cucu tentang identitas suku Batak sepanjang masa dan martabat nenek moyangnya.

Suatu sikap yang patut dipelihara agar jangan sampai punah terutama segala nilai simbolik yang melekat karya seni patung kubur (sarkofagus) selalu abadi. Keabadian sesungguhnya ada pada bentuk patung kubur, tempayan batu, batu hobon, patung potret, monumen, tugu, prasasti dan sebagainya.


Sumber:
http://analisadaily.com/news/read/seni-patung-megalitik-sarkofagus/48944/2014/07/20

No comments:

Post a Comment